{"id":1024,"date":"2026-09-19T13:59:04","date_gmt":"2026-09-19T13:59:04","guid":{"rendered":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/?p=1024"},"modified":"2026-09-19T13:59:04","modified_gmt":"2026-09-19T13:59:04","slug":"ditunggu-pihak-kehutanan-dan-bksa-provinsi-sumatera-barat-untuk-menindak-lanjuti-dugaan-perusak-hutan-lindung-di-lubuk-tareh-garabak-data-kabupaten-solok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/?p=1024","title":{"rendered":"Ditunggu Pihak Kehutanan dan BKSA Provinsi Sumatera Barat Untuk Menindak Lanjuti Dugaan Perusak Hutan Lindung Di Lubuk Tareh Garabak Data Kabupaten Solok"},"content":{"rendered":"<p><strong>Sumatera Barat, <span style=\"color: #ff0000;\">Fajarnews<\/span> &#8211; <\/strong>PETI di wilayah provinsi Sumatera Barat bukan isi biasa yang digombar gembor lewat media sosial dan informasi publik tetapi sudah isu nasional, seperti penambang ilegal yang sangat meresahkan masyarakat secara global.<\/p>\n<p>Apabila Ekologi dan lingkungan telah dirusak bukan daerah setempat yang terdampak tetapi sudah global.Jika ekosistem secara ekologis telah rusak akan merambas pada tatanan global secara simetris dunia.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1025\" src=\"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260919-WA0061.jpg\" alt=\"\" width=\"324\" height=\"415\" srcset=\"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260919-WA0061.jpg 324w, https:\/\/www.mediafajarnews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260919-WA0061-234x300.jpg 234w\" sizes=\"auto, (max-width: 324px) 100vw, 324px\" \/><\/p>\n<p>Pernyataan bahwa &#8220;jika ekosistem secara ekologis telah rusak, maka tatanan global simetris dunia akan berubah&#8221; artinya adalah kerusakan lingkungan hidup yang parah akan menghancurkan keseimbangan kekuatan, ekonomi, dan hubungan politik antarnegara di dunia.<\/p>\n<p>Ketika alam rusak, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh satu negara, melainkan memicu efek domino yang mengubah cara dunia beroperasi secara menyeluruh.<\/p>\n<p>Setiap konfirmasi kepemangku kebijakan selalu tumpul untuk meminta keterangan guna publikasi bahkan bungkam di kamfimasi seakan tutup mata ,tutup telinga,dan tutup mulut sekalian.<\/p>\n<p>Pengamat lingkungan hidup dari Bandung Jawa Barat yang terkenal akan visi misinya &#8220;tobat ekologis dan lingkungan&#8221; Martika Edison angkat bicara.<\/p>\n<p>Kerusakan alam memiliki dampak ekologis yang sangat luas dan saling berkaitan. Ketika satu bagian ekosistem rusak, keseimbangan seluruh sistem lingkungan akan terganggu.<\/p>\n<p>Berikut adalah beberapa dampak ekologis utama akibat kerusakan alam:<\/p>\n<p>Kepunahan Keanekaragaman Hayati<br \/>\nKehilangan Habitat: Penebangan hutan dan alih fungsi lahan menghilangkan tempat tinggal, sumber makanan, dan ruang berkembang biak bagi flora dan fauna.<br \/>\nKepunahan Spesies: Hewan dan tumbuhan yang tidak dapat beradaptasi atau berpindah tempat akan mati, memicu kepunahan massal spesies lokal maupun global.<\/p>\n<p>Terputusnya Rantai Makanan: Hilangnya satu spesies dapat menyebabkan ledakan populasi spesies lain (misalnya hama) atau sebaliknya, memicu kelaparan bagi predator di atasnya.<\/p>\n<p>Dari paparan diatas Edison juga meminta kementerian kehutanan dan kementerian Lingkungan hidup segera kros cek kelapangan guna meninjau kerusakan hutan tersebut dan jika betul operasi tambang emas ilegal melakukan perusakan demi keuntungan sesaat maka sanksi pidana bisa diterapkan.<br \/>\n&#8220;Nanti akan kita sampaikan lewat surat kepada kementerian kehutanan dan lingkungan hidup untuk tindak lanjutnya informasi ini guna bisa ambil tindakan&#8221;pungkas Martika Edison.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumatera Barat, Fajarnews &#8211; PETI di wilayah provinsi Sumatera Barat bukan isi biasa yang digombar&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1026,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[34],"tags":[],"class_list":["post-1024","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1024","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1024"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1024\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1027,"href":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1024\/revisions\/1027"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1026"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1024"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1024"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1024"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}