{"id":1080,"date":"2026-10-06T23:41:23","date_gmt":"2026-10-06T23:41:23","guid":{"rendered":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/?p=1080"},"modified":"2026-10-06T23:41:23","modified_gmt":"2026-10-06T23:41:23","slug":"diduga-yayasanlajnah-khiriyah-musytarakah-nagari-teratak-tinggi-menyalahi-dhkp-dppt-pembayaran-pajak-atas-nama-perorangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/?p=1080","title":{"rendered":"Diduga YayasanLajnah Khiriyah Musytarakah Nagari Teratak Tinggi Menyalahi DHKP\/DPPT Pembayaran Pajak Atas Nama Perorangan"},"content":{"rendered":"<h6 style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Yayasan LKM Nagari Teratak Tinggi Kecamatan Timpeh Dharmasraya.<\/strong><\/span><\/h6>\n<p><strong>Dharmasraya Sumatera Barat, <span style=\"color: #ff0000;\">FajarNews<\/span><\/strong> &#8211; Rabu (7\/10\/26).<br \/>\nPencantuman nama perorangan (pribadi) pada Daftar Himpunan Ketetapan Pajak dan Pembayaran (DHKP) atau DPPT (Daftar Penyerahan Pelayanan Terpadu\/Surat Pemberitahuan Pajak Terutang) untuk tanah perkebunan milik yayasan Lajnah Khiriyah Musytarakah di tingkat Nagari\/desa merupakan praktik keliru yang berisiko tinggi secara hukum.<\/p>\n<p>Secara regulasi, tindakan ini melanggar asas pemisahan harta kekayaan dan memicu sengketa kepemilikan di masa depan.Sudah Belasan tahun mengurus perpindahan balik nama sipenjual dengan surat jual beli dan SHM sipenjual atau pemilik pertama yang hingga kini membayar pajak memakai nama pertama demi bisa bayar pajak yang disubsidi pemerintah.<\/p>\n<p>Berikut adalah analisis hukum, risiko, dan solusi terkait masalah tersebut:<br \/>\n1. Dasar Hukum Pajak &amp; Kepemilikan Aset Yayasan<br \/>\nPemisahan Harta Kekayaan: Berdasarkan UU No. 28 Tahun 2004 tentang Perubahan atas UU No. 16 Tahun 2001 tentang Yayasan, kekayaan yayasan wajib dipisahkan dari kekayaan pribadi pendiri, pembina, maupun pengurus.Dengan aset ratusan hektar atas nama pemilik pertama ratusan gaperdis SHM adalah melanggar hukum perpajakan nasional dan seharusnya dipecahkan atas nama milik yayasan dengan pembayaran pajak memakai hak guna usaha(HGU).<\/p>\n<p>Aset yang digunakan untuk kepentingan yayasan harus dicatat atas nama yayasan, bukan individu.<br \/>\nHak Milik Tanah (SHM) untuk Yayasan: Kementerian ATR\/BPN telah menegaskan bahwa badan keagamaan dan sosial, termasuk yayasan, kini diperbolehkan memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) atas tanah.Jika yayasan mempunyai aset seperti sekolah yang berada ditempat usaha itu sendiri.Yayasan LKM tidak memiliki aset sekolah di tempat usahanya seperti di Nagari Teratak Tinggi Kecamatan Timpeh.<br \/>\nIni dikategorikan pada aset yayasan LKM usaha.<br \/>\nAnehnya yayasan LKM bisa juga tidak memiliki aset perkebunan karena perkebunan sekarang masih nama pemilik pertama SHM perorangan yang belum balik nama.<br \/>\nOleh karena itu, tidak ada lagi alasan hukum untuk menitipkan aset tanah keagamaan, sekolah, atau perkebunan yayasan atas nama pribadi pengurus.<\/p>\n<p>Subjek Pajak PBB Perkebunan:<br \/>\nDalam aturan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sektor Perkebunan (PBB-P3), wajib pajak adalah orang pribadi atau Badan yang secara nyata memiliki hak, memperoleh manfaat, atau menguasai objek tersebut. Jika lahan tersebut dikelola oleh badan berbentuk yayasan, maka subjek pajaknya harus berupa badan hukum yayasan tersebut<br \/>\nBeberapa kali media ini menghubungi pengurus yayasan seperti Haji Karno namun tidak merespons sama sekali.<\/p>\n<p>BERSAMBUNG&#8230;&#8230;.<br \/>\nPewarta: Erman Chaniago.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yayasan LKM Nagari Teratak Tinggi Kecamatan Timpeh Dharmasraya. Dharmasraya Sumatera Barat, FajarNews &#8211; Rabu (7\/10\/26)&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1081,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[34],"tags":[],"class_list":["post-1080","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1080","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1080"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1080\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1082,"href":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1080\/revisions\/1082"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1081"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1080"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1080"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1080"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}