{"id":1107,"date":"2026-10-09T01:51:32","date_gmt":"2026-10-09T01:51:32","guid":{"rendered":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/?p=1107"},"modified":"2026-10-09T01:51:32","modified_gmt":"2026-10-09T01:51:32","slug":"dokumen-lama-batas-waktu-5-tahun-sejak-tahun-2021-tidak-lagi-jadi-alat-bukti-yang-sah-jika-tidak-dibalik-nama-dari-pemilik-pertama-ke-pemilik-kedua-dan-bisa-dikuasai-langsung-oleh-negara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/?p=1107","title":{"rendered":"Dokumen Lama Batas Waktu 5 Tahun Sejak Tahun 2021 Tidak Lagi Jadi Alat Bukti Yang Sah Jika Tidak Dibalik Nama Dari Pemilik Pertama Ke Pemilik Kedua Dan Bisa Dikuasai Langsung Oleh Negara"},"content":{"rendered":"<p><strong>Dharmasraya Sumatera Barat, <span style=\"color: #ff0000;\">FajarNews.Com<\/span><\/strong> . Jum&#8217;at (09\/10\/26).<br \/>\nDikutib dari laman web Mentri BPN\/ATR Republik Indonesia,edaran pemberitahuan kepublik sudah dilakukan dan juga oleh badan pencatatan pembendaharaan negara Republik Indonesia.<br \/>\nMulai Februari 2026, dokumen tanah bekas hak adat dan hak barat (seperti girik, Letter C, Petok D, landrente, pipil, kekitir, verponding, erfpacht, opstal, dan gebruik) tidak lagi diakui sebagai alat bukti kepemilikan tanah yang sah dan hanya berfungsi sebagai petunjuk pendaftaran.<\/p>\n<p>Kebijakan ini diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021. Poin-poin penting dari aturan baru ini meliputi seperti penetapan Status saja.<\/p>\n<p>Penetapan Status:<\/p>\n<p>Dokumen tanah lama yang belum didaftarkan selama batas waktu 5 tahun sejak 2021 tidak lagi menjadi alat bukti sah dan status tanahnya dapat menjadi tanah yang dikuasai langsung oleh negara.<br \/>\nArtiannya pemakaian nama pemilik pertama sama saja kita memberikan ruangan aset yang berbagi pada pemilik pertama karena pemakaian namanya di dokumen resmi (sertifikat).<\/p>\n<p>Fungsi Dokumen Lama:<\/p>\n<p>Girik atau surat adat lainnya tidak hangus total, tetapi hanya berlaku sebagai petunjuk atau bukti awal riwayat tanah saat Anda mengajukan pendaftaran ke Kementerian ATR\/Seperti alas hak yang berlaku di Minangkabau untuk pelepasan hak tanah adat ke kaum dan lanjut kepemilikan hak perorangan cucu ponakan kaum tersebut.<\/p>\n<p>Kewajiban Konversi:<\/p>\n<p>Pemilik tanah harus segera mengubah dokumen lama tersebut menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM). Apabila pemilik pertama (SHM) melepas haknya ke pihak kedua harus berdasarkan surat Akta notaris yang sah menurut hukum PPAT dan di ajukan BPHTB guna pengajuan balik nama sertifikat tersebut.Jika kepemilikan melebihi volume 20 haktar atau dihitung dari volume beberapa sertifikat,dihitung volume sebuah sertifikat dengan banyaknya sertifikat yang dimiliki dan totalnya melebihi dari 20 haktar akan dijadikan status hak guna usaha(HGU).<\/p>\n<p>Status HGU ini lah yang harus mengikat pada kepengurusan balik nama dari objek tanah atau asal tanah yang kita miliki dijadikan badan usaha agar perpajakan bisa mengakomodir bentuk status tanah yang sah.<\/p>\n<p>Digitalisasi:<\/p>\n<p>Pemerintah juga mendorong peralihan dokumen fisik ke sistem sertifikat tanah elektronik untuk keamanan data dan mencegah pemalsuan.<br \/>\nMaka dari itu tidak adalagi sengketa tanah jika diurus dengan benar agar tercipta keamanan dan kenyamanan kita sebagai warga negara patuh pajak .<\/p>\n<p>Pewarta Erman Chaniago.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dharmasraya Sumatera Barat, FajarNews.Com . Jum&#8217;at (09\/10\/26). Dikutib dari laman web Mentri BPN\/ATR Republik Indonesia,edaran&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1108,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[34],"tags":[],"class_list":["post-1107","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1107","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1107"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1107\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1109,"href":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1107\/revisions\/1109"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1108"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1107"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1107"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.mediafajarnews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1107"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}