Dana BOS SDN Tulung Selapan 6, Diminta Inspektorat, Kejari dan Aparat Diminta Turun Tangan Audit Anggaran 2025/2026
OKI, FajarNews – Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tulung Selapan 6 di Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, menjadi sorotan publik.
Seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya meminta Inspektorat, dan aparat penegak hukum bersama instansi pengawasan segera turun tangan melakukan audit terhadap penggunaan dana BOS tahun anggaran 2025–2026.
Menurutnya, langkah pengawasan tersebut penting dilakukan guna memastikan anggaran pendidikan digunakan secara transparan dan tepat sasaran, sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan oleh oknum tertentu di lingkungan sekolah.
“Pihak Kejaksaan Negri, Inspektorat , dan kepolisian dari Polres Ogan Komering Ilir diharapkan bisa melakukan pemeriksaan terhadap penggunaan dana BOS di SDN Tulung Selapan 6 yang ada di Kecamatan Tulung Selapan,” ujar narasumber tersebut, Jumat (15/6/2026).
Ia menilai, pengawasan yang ketat dapat menjadi langkah pencegahan agar tidak terjadi praktik penyimpangan dalam pengelolaan dana pendidikan.
Dana BOS, kata dia, merupakan anggaran yang sangat penting untuk mendukung kegiatan belajar mengajar serta meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat sekolah dasar.
Lebih lanjut, ia juga berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir ikut melakukan pemantauan secara aktif terhadap penggunaan anggaran tersebut. Dengan demikian, pengelolaan dana BOS dapat berjalan sesuai aturan yang berlaku.
“Pengawasan bersama dari kejaksaan, inspektorat, kepolisian, hingga dinas pendidikan diharapkan mampu memastikan anggaran pendidikan benar-benar bersih dan dimanfaatkan untuk kepentingan sekolah serta siswa,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana BOS sangat penting agar sektor pendidikan di Kabupaten Jeneponto bisa menjadi contoh dalam pengelolaan anggaran yang baik.
Kepala Sekolah SDN Tulung Selapan 6 (Salman) Di konfirmasi lewat pesan WhatsApp tidak ada respon atau jawaban diduga mengabaikan konfirmasi dari awal media sampai berita diturunkan belum ada jawaban resmi dari pak Salman langsung (Red)
